Mendidik Manusia Yang Berbudi Luhur Tau Benar Dan Salah

2011年1月13日 星期四

CIKAL BAKAL PADEPOKAN WESI AJI SEMARANG

Sekitar Bulan April 2003 Alm. Bambang Tunggul Wulung Judhyasmara didatangi beberapa warga yang bermaksud untuk “ngangsu kaweruh” ( belajar ), mengetahui, memperdalam, memahami, mengembangkan ilmu ke-SH-an serta pernafasan Persaudaraan Setia Hati Terate yang benar. Mereka antara lain Sdr. Prihestu Hartomo, S.Pd., Sdr. Zaenul Mustofa, S.Pd.I, Sdr. Mukhsin, S.Pd.I, dan Sdr. Saeful. Namun hal tersebut tidak langsung diterima oleh Alm. Bambang Tunggul Wulung J. Akhirnya mereka harus pulang dengan rasa kecewa. Lain hari mereka datang lagi dengan membawa warga – warga Tk. I yang lain yaitu Sdr. Nur Saekan ( Kendal ), Sdr. Siswo Sugiarto, S.Pd. ( Analis ), Sdr. Tarkum, Sdr. Paiman dan Sdr. Agus ( Tegal ) sambil membawa surat dari Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate Cab. Semarang ( Saat itu masih dijabat oleh Sdr. Hari Purwadi, SH – Vide Surat No : 15/PSHT.SMG/V/2000 tertanggal 8 Juni 2000 ). Dengan adanya surat tersebut diatas Alm. Bambang Tunggul Wulung J. baru bisa mempertimbangkan dengan sangat hati – hati serta mendalam untuk kemudian memohon ijin kepada Bp. Soetomo Mangkoedjojo Alm. ( selaku orang tua beliau ) perihal boleh tidaknya apabila ilmu yang telah diturunkan ditularkan kepada adik – adik warga yang membutuhkan. Selanjutnya Alm. Bambang Tunggul Wulung J. memberanikan diri dengan tidak mengatakan untuk tingkatan – tingkatan yang telah dicantumkam di AD / ART. Pada Hari yang lain datang lagi warga yaitu Ketua Cab. Persaudaraan Setia Hati Terate Sdr. Hari Purwadi, SH., dengan Sdr. Eddy ( Pemalang ). Dan menyatakan maksud kedatangan adalah untuk menyampaikan bahwa Sdr. Eddy ikut serta memperdalam ilmu – ilmu Persaudaraan Setia Hati Terate.
Dengan dasar pertimbangan kekuatiran Alm. Bambang Tunggul Wulung J. jika mereka ( warga-warga PSHT ) sampai mempelajari ilmu – ilmu diluar koridor ilmu Persaudaraan Setia Hati Terate yang berbau syirik / klenik dan akhirnya mereka menyimpang dari ajaran Persaudaraan Setia Hati Terate yang sebenarnya, maka ibarat tidak melakukan suatu perbuatan tetapi ikut menanggung dosa. Maka dari pada itu Alm. Bambang Tunggul Wulung J. merasa perlu untuk mengarahkan, membimbing dan menuntun mereka, sebab ilmu Setia Hati Terate dalah ” Ilmu Kemanusiaan “.
Berdasarkan surat dari Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate Cab. Semarang ( Sdr. Hari Purwadi, SH ) tersebut, akhirnya latihan dimulai tanggal 8 Juni 2000 setiap malam Jum’at ( Kamis malam ). Akan tetapi dalam perjalanan latihan dialihkan menjadi malam Sabtu ( Jum’at malam ) karena beberapa pertimbangan.
Pada tanggal 26 Januari 2003 Alm. Bambang Tunggul Wulung J. membuat dokumentasi Jurus – Jurus ” Setia Hati ” untuk mengenang ( nguri – nguri ). Jurus – jurus tersebut diperagakan oleh warga – warga yang ada di Semarang.
Pada tanggal 25 Maret 2003 Alm. Bambang Tunggul Wulung J. telah merealisasikan suatu wacana positif dimana untuk menambah kreatifitas / kegiatan di luar organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate yakni disamping belajar pencak silat, pemahaman Ilmu Setia Hati Terate / Kerokhanian juga sebagai warga harus punya dedikasi yang tinggi dan tidak berpikiran sempit namun mempunyai wacana yang luas. Dalam hal ini untuk menambah kegiatan – kegiatan yang bersifat sosial untuk mensejahtrakan para warga Persudaraan Setia Hati Teratemenjunjung hakekat manusia khususnya manusia – manusia Persaudaraan Setia Hati Terate itu sendiri dan manusia pada umumnya. Wujud wacana tersebut adalah berdirinya Koperasi Warga Persaudaraan Setia Hati Terate dengan nama ” Terate Jaya ” dan Paguyuban ” Keluarga Besar Persaudaraan Setia Hati Terate “.

Demikian sekilas sejarah perjalanan berdirinya Padepokan Wesi Aji ( Wedar Silat Among Jiwo ) PSHT Semarang.

1 則留言:

COMMENTS:

Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Manatuto, Timor-Leste