Ba Saudara Warga PSHT Distritu Manatuto
Iha oportunidade ida ne’e, ami hosi estrutura atuál hakarak fo hatene ba Saudara sira hotu katak, ita hala’o ona sistema kontribuisaun ba fulan-fulan mak hanesan fahe kartaun kontribuisaun ida ba ema ida atu kaer no fulan-fulan ema ne’ebé kaer kartaun ne’e lori ba tezoureiru atu tau vistu katak membru hatama ona osan kontribuisaun fulan nian. Maibé hein ba hein to’o ohin loron laiha kontribuisaun ruma hosi Saudara sira. Impaktu hosi sistema ida to’o agora Organizasaun PSHT Cabang Manatuto laiha osan ne’ebé sufisiente atu dezenvolve Organizasaun ne’ebé ita hotu hadomi. Tan ne’e ami hosi estrutura rasik ko’alia hamutuk no konklui katak sistema referee tenke muda tanba la fó benefísiu ba dezenvolvimentu Organizasaun nian.
Hosi sistema tuan, ami muda koko atu dezenvolve modelu ne’ebé foun no ami hatene modelu ida baibain ita hala’o ona ba saudara sira balun ne’ebé hetan Lia Mean ka Lia Metan.
Estrutura dezenvolve ona modelu ida ne’e atu kada fulan, ita halo kontribuisaun tuir lista bairu nian. Kona-ba lista ne’e, Estrutura sei hatudu membru ida mak sai responsavel atu toma-konta kobransa.
Ho haraik a’an ami husu ba membru sira atu kumpri tuir desizaun ne’ebé iha, tanba atu dezenvolve liu tan Ita nia organizasaun PSHT iha Distritu Manatuto presiza fiar malun no iha responsabilidade tomak. Hodi nune’e Ita bele la’o ba oin tuir mandatu ne’ebé ita simu.
Laos agora, bainhira tan
Laos Ita, Sé los
Obrigadu ba atensaun.
Hosi :
Tomas F. P. Ximenes : Prezidente PSHT Distritu Manatuto
Atanázio Soares : Sekretáriu Jerál PSHT Distritu manatuto
Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Manatuto, Timor-Leste. PENGURUS CABANG UNTUK RANTING: Belebatu, Hirileun, Saulidun, Karlilu, Aitehen, Ma'abat, Condar, Laclo, Kairui, Laclubar, Manehat, Soibada, Laleia
Mendidik Manusia Yang Berbudi Luhur Tau Benar Dan Salah
2011年2月1日 星期二
2011年1月13日 星期四
Profil Singkat Padepokan 'Wesi Aji' Semarang PSHT
Berdiri di Kota Semarang – Jawa Tengah Indonesia pada tanggal 08 Juni 2000. Didirikan oleh Alm. Bambang Tunggul Wulung Judhyasmara. Beliau adalah putra kandung dari R.M Soetomo Mangkoedjojo, Ketua Umum Pusat yang pertama Persaudaraan Setia Hati Terate ( dari “ perguruan “ menjadi “ organisasi “ ).
Adapun Wesi Aji sendiri adalah singkatan dari Wedar Silat Among Jiwo yang berarti
selain mendidik / melatih silat secara jasmaniah juga mendidik / melatih para warga Tk. I PSHT yang ingin mendalami Panca Dasar butir ke – 5 yaitu kerokhanian yang ada dalam koridor Persaudaran Setia Hati Terate yang telah diajarkan sejak PSHT didirikan oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo.
Padepokan “ Wesi Aji “ sendiri adalah merupakan bagian anggota tubuh yang telah menyatu dengan pikiran, jiwa dan raga ( manunggal ) dari PSHT.
Sehingga Padepokan Wesi Aji PSHT Semarang bertujuan menyebarluaskan ilmu – ilmu “ Setia Hati Terate” yang benar, baik secara jasmani maupun secara rokhani keduanya harus seimbang ( balance ). Sehingga pembekalan dan pemahaman dalam kehidupan manusia itu sendiri untuk mencapai kesempurnaan hidup yang hakiki untuk mencapai budi luhur yang tahu benar dan salah serta harus berani mengatakan benar adalah benar apa adanya, dan salah adalah salah, sehingga hubungan manusia dengan Tuhan-Nya( Vertikal ), manusia dengan manusia ( sesama ) dan manusia dengan alam semesta ( Horisontal ) dapat berjalan dengan baik.
Pada hakekatnya Persaudaraan Setia Hati Terate dan Padepokan “ Wesi Aji “ mempunyai kecenderungan yang sama dan tidak ada celah sedikitpun dan mempunyai sifat masing – masing untuk tumbuh dan berkembang secara alamiah yang sesuai dengan kodratnya dalam mencari ilmu “ Seta Hati Terate” yang benar dan tidak mencari ilmu – ilmu yang diluar koridor Persaudaraan Setia Hati Terate, yang maksudnya ilmu yang tidak berguna bagi semua makluk hidup di sekalian alam semesta ini. Persaudaraan Setia Hati Terate tidak mengajarkan ilmu – ilmu yang sifatnya menyombongkan diri atau memamerkan di muka umum.
“Mengalahkan Diri Sendiri Lebih Mulia Daripada Mengalahkan Orang Lain”
“Api Penderitaanlah Yang Menghasilkan Emas Kesalahan”
Adapun Wesi Aji sendiri adalah singkatan dari Wedar Silat Among Jiwo yang berarti
selain mendidik / melatih silat secara jasmaniah juga mendidik / melatih para warga Tk. I PSHT yang ingin mendalami Panca Dasar butir ke – 5 yaitu kerokhanian yang ada dalam koridor Persaudaran Setia Hati Terate yang telah diajarkan sejak PSHT didirikan oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo.
Padepokan “ Wesi Aji “ sendiri adalah merupakan bagian anggota tubuh yang telah menyatu dengan pikiran, jiwa dan raga ( manunggal ) dari PSHT.
Sehingga Padepokan Wesi Aji PSHT Semarang bertujuan menyebarluaskan ilmu – ilmu “ Setia Hati Terate” yang benar, baik secara jasmani maupun secara rokhani keduanya harus seimbang ( balance ). Sehingga pembekalan dan pemahaman dalam kehidupan manusia itu sendiri untuk mencapai kesempurnaan hidup yang hakiki untuk mencapai budi luhur yang tahu benar dan salah serta harus berani mengatakan benar adalah benar apa adanya, dan salah adalah salah, sehingga hubungan manusia dengan Tuhan-Nya( Vertikal ), manusia dengan manusia ( sesama ) dan manusia dengan alam semesta ( Horisontal ) dapat berjalan dengan baik.
Pada hakekatnya Persaudaraan Setia Hati Terate dan Padepokan “ Wesi Aji “ mempunyai kecenderungan yang sama dan tidak ada celah sedikitpun dan mempunyai sifat masing – masing untuk tumbuh dan berkembang secara alamiah yang sesuai dengan kodratnya dalam mencari ilmu “ Seta Hati Terate” yang benar dan tidak mencari ilmu – ilmu yang diluar koridor Persaudaraan Setia Hati Terate, yang maksudnya ilmu yang tidak berguna bagi semua makluk hidup di sekalian alam semesta ini. Persaudaraan Setia Hati Terate tidak mengajarkan ilmu – ilmu yang sifatnya menyombongkan diri atau memamerkan di muka umum.
“Mengalahkan Diri Sendiri Lebih Mulia Daripada Mengalahkan Orang Lain”
“Api Penderitaanlah Yang Menghasilkan Emas Kesalahan”
CIKAL BAKAL PADEPOKAN WESI AJI SEMARANG
Sekitar Bulan April 2003 Alm. Bambang Tunggul Wulung Judhyasmara didatangi beberapa warga yang bermaksud untuk “ngangsu kaweruh” ( belajar ), mengetahui, memperdalam, memahami, mengembangkan ilmu ke-SH-an serta pernafasan Persaudaraan Setia Hati Terate yang benar. Mereka antara lain Sdr. Prihestu Hartomo, S.Pd., Sdr. Zaenul Mustofa, S.Pd.I, Sdr. Mukhsin, S.Pd.I, dan Sdr. Saeful. Namun hal tersebut tidak langsung diterima oleh Alm. Bambang Tunggul Wulung J. Akhirnya mereka harus pulang dengan rasa kecewa. Lain hari mereka datang lagi dengan membawa warga – warga Tk. I yang lain yaitu Sdr. Nur Saekan ( Kendal ), Sdr. Siswo Sugiarto, S.Pd. ( Analis ), Sdr. Tarkum, Sdr. Paiman dan Sdr. Agus ( Tegal ) sambil membawa surat dari Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate Cab. Semarang ( Saat itu masih dijabat oleh Sdr. Hari Purwadi, SH – Vide Surat No : 15/PSHT.SMG/V/2000 tertanggal 8 Juni 2000 ). Dengan adanya surat tersebut diatas Alm. Bambang Tunggul Wulung J. baru bisa mempertimbangkan dengan sangat hati – hati serta mendalam untuk kemudian memohon ijin kepada Bp. Soetomo Mangkoedjojo Alm. ( selaku orang tua beliau ) perihal boleh tidaknya apabila ilmu yang telah diturunkan ditularkan kepada adik – adik warga yang membutuhkan. Selanjutnya Alm. Bambang Tunggul Wulung J. memberanikan diri dengan tidak mengatakan untuk tingkatan – tingkatan yang telah dicantumkam di AD / ART. Pada Hari yang lain datang lagi warga yaitu Ketua Cab. Persaudaraan Setia Hati Terate Sdr. Hari Purwadi, SH., dengan Sdr. Eddy ( Pemalang ). Dan menyatakan maksud kedatangan adalah untuk menyampaikan bahwa Sdr. Eddy ikut serta memperdalam ilmu – ilmu Persaudaraan Setia Hati Terate.
Dengan dasar pertimbangan kekuatiran Alm. Bambang Tunggul Wulung J. jika mereka ( warga-warga PSHT ) sampai mempelajari ilmu – ilmu diluar koridor ilmu Persaudaraan Setia Hati Terate yang berbau syirik / klenik dan akhirnya mereka menyimpang dari ajaran Persaudaraan Setia Hati Terate yang sebenarnya, maka ibarat tidak melakukan suatu perbuatan tetapi ikut menanggung dosa. Maka dari pada itu Alm. Bambang Tunggul Wulung J. merasa perlu untuk mengarahkan, membimbing dan menuntun mereka, sebab ilmu Setia Hati Terate dalah ” Ilmu Kemanusiaan “.
Berdasarkan surat dari Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate Cab. Semarang ( Sdr. Hari Purwadi, SH ) tersebut, akhirnya latihan dimulai tanggal 8 Juni 2000 setiap malam Jum’at ( Kamis malam ). Akan tetapi dalam perjalanan latihan dialihkan menjadi malam Sabtu ( Jum’at malam ) karena beberapa pertimbangan.
Pada tanggal 26 Januari 2003 Alm. Bambang Tunggul Wulung J. membuat dokumentasi Jurus – Jurus ” Setia Hati ” untuk mengenang ( nguri – nguri ). Jurus – jurus tersebut diperagakan oleh warga – warga yang ada di Semarang.
Pada tanggal 25 Maret 2003 Alm. Bambang Tunggul Wulung J. telah merealisasikan suatu wacana positif dimana untuk menambah kreatifitas / kegiatan di luar organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate yakni disamping belajar pencak silat, pemahaman Ilmu Setia Hati Terate / Kerokhanian juga sebagai warga harus punya dedikasi yang tinggi dan tidak berpikiran sempit namun mempunyai wacana yang luas. Dalam hal ini untuk menambah kegiatan – kegiatan yang bersifat sosial untuk mensejahtrakan para warga Persudaraan Setia Hati Teratemenjunjung hakekat manusia khususnya manusia – manusia Persaudaraan Setia Hati Terate itu sendiri dan manusia pada umumnya. Wujud wacana tersebut adalah berdirinya Koperasi Warga Persaudaraan Setia Hati Terate dengan nama ” Terate Jaya ” dan Paguyuban ” Keluarga Besar Persaudaraan Setia Hati Terate “.
Demikian sekilas sejarah perjalanan berdirinya Padepokan Wesi Aji ( Wedar Silat Among Jiwo ) PSHT Semarang.
Dengan dasar pertimbangan kekuatiran Alm. Bambang Tunggul Wulung J. jika mereka ( warga-warga PSHT ) sampai mempelajari ilmu – ilmu diluar koridor ilmu Persaudaraan Setia Hati Terate yang berbau syirik / klenik dan akhirnya mereka menyimpang dari ajaran Persaudaraan Setia Hati Terate yang sebenarnya, maka ibarat tidak melakukan suatu perbuatan tetapi ikut menanggung dosa. Maka dari pada itu Alm. Bambang Tunggul Wulung J. merasa perlu untuk mengarahkan, membimbing dan menuntun mereka, sebab ilmu Setia Hati Terate dalah ” Ilmu Kemanusiaan “.
Berdasarkan surat dari Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate Cab. Semarang ( Sdr. Hari Purwadi, SH ) tersebut, akhirnya latihan dimulai tanggal 8 Juni 2000 setiap malam Jum’at ( Kamis malam ). Akan tetapi dalam perjalanan latihan dialihkan menjadi malam Sabtu ( Jum’at malam ) karena beberapa pertimbangan.
Pada tanggal 26 Januari 2003 Alm. Bambang Tunggul Wulung J. membuat dokumentasi Jurus – Jurus ” Setia Hati ” untuk mengenang ( nguri – nguri ). Jurus – jurus tersebut diperagakan oleh warga – warga yang ada di Semarang.
Pada tanggal 25 Maret 2003 Alm. Bambang Tunggul Wulung J. telah merealisasikan suatu wacana positif dimana untuk menambah kreatifitas / kegiatan di luar organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate yakni disamping belajar pencak silat, pemahaman Ilmu Setia Hati Terate / Kerokhanian juga sebagai warga harus punya dedikasi yang tinggi dan tidak berpikiran sempit namun mempunyai wacana yang luas. Dalam hal ini untuk menambah kegiatan – kegiatan yang bersifat sosial untuk mensejahtrakan para warga Persudaraan Setia Hati Teratemenjunjung hakekat manusia khususnya manusia – manusia Persaudaraan Setia Hati Terate itu sendiri dan manusia pada umumnya. Wujud wacana tersebut adalah berdirinya Koperasi Warga Persaudaraan Setia Hati Terate dengan nama ” Terate Jaya ” dan Paguyuban ” Keluarga Besar Persaudaraan Setia Hati Terate “.
Demikian sekilas sejarah perjalanan berdirinya Padepokan Wesi Aji ( Wedar Silat Among Jiwo ) PSHT Semarang.
PSHT dan WESI AJI Semarang
Padepokan WESI AJI sebenarnya hanyalah menjembatani atau memberikan tempat wadah bagi warga SH TERATE untuk mencari sang MUTIARA YANG MEYELINAP DALAM SANUBARI setiap insan SH TERATE agar para saudara tidak salah arah dalam mencari ilmu SETIA HATI dimana apa yang dicari sebenarnya didapat, diperoleh,digali dan diproses ada dalan diri kita sendiri, tidak kemana-mana misalnya: ilmu diluar koridor SH TERATE seperti ilmu kebal, ilmu magic atau mendatangkan jin / kodham- inilah yang saat ini banyak menyesatkan para kadang SH TERATE. Karena ilmu SH TERATE intinya adalah ILMU KEHIDUPAN & ILMU KEMANUSIAAN dimana yg kita pelajari berguna untuk sesama manusia,alam semesta serta TUHAN Yang Maha Esa ,dimana nantinya orang SH TERATE mempunyai sifat watak rendah hati, sederhana, rela, jujur, narima serta sabar karena selalu ingat bahwa kita ini hanyalah bagian mikro kosmos alam semesta Milik TUHAN SANG PENCIPTA. Maka tujuan kita BERBUDI LUHUR TAHU BENAR DAN SALAH SERTA BERTAKWA KEPADA TUHAN YANG MAHA KUASA akan tercapai.
MAKAM PARA SESEPUH PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE
KI AGENG SOERODIWIRYO
Beliau adalah Pencipta Pencak Silat SH dan pendiri Persaudaraan SETIA HATI dan merupakan embrio dari Persaudaraan Setia Hati Terate. Beliau wafat pada tahun 1944 dan dimakamkan di Komplek Pemakaman umum Desa Winongo – Madiun

KI HAJAR HARDJO KI HAJAR HARDJO OETOMO
Beliau adalah pendiri Persaudaraan Setia Hati Terate pada tahun 1922. Beliau wafat pada tahun 1948 dan dimakamkan di komplek Pemakaman Umum Desa Pilangbango – Madiun ( sebelah timur Kota Madiun ).

RM. SOETOMO MANGKOEDJOJO
Beliau adalah Ketua Umum pertama sejak Persaudaraan Setia Hati Terate diubah strukturnya dari Perguruan menjadi Organisasi – mempunyai AD / ART. Beliau wafat pada tahun 1975 dan di makamkan di Komplek Pemakaman Umum Cangkring Kota Madiun ( sebelah barat Stadiun Wilis Madiun ).

RM. IMAM KOESSOEPANGAT
Beliau adalah salah seorang pendiri Persaudaraan Setia Hati Terate yang pada masa jabatannya PSHT mengalami perkembangan yang sangat pesat. Beliau wafat pada tahun 1988 dan dimakamkan di Komplek Pemakaman Umum Taman Kota Madiun
Beliau adalah Pencipta Pencak Silat SH dan pendiri Persaudaraan SETIA HATI dan merupakan embrio dari Persaudaraan Setia Hati Terate. Beliau wafat pada tahun 1944 dan dimakamkan di Komplek Pemakaman umum Desa Winongo – Madiun

KI HAJAR HARDJO KI HAJAR HARDJO OETOMO
Beliau adalah pendiri Persaudaraan Setia Hati Terate pada tahun 1922. Beliau wafat pada tahun 1948 dan dimakamkan di komplek Pemakaman Umum Desa Pilangbango – Madiun ( sebelah timur Kota Madiun ).

RM. SOETOMO MANGKOEDJOJO
Beliau adalah Ketua Umum pertama sejak Persaudaraan Setia Hati Terate diubah strukturnya dari Perguruan menjadi Organisasi – mempunyai AD / ART. Beliau wafat pada tahun 1975 dan di makamkan di Komplek Pemakaman Umum Cangkring Kota Madiun ( sebelah barat Stadiun Wilis Madiun ).

RM. IMAM KOESSOEPANGAT
Beliau adalah salah seorang pendiri Persaudaraan Setia Hati Terate yang pada masa jabatannya PSHT mengalami perkembangan yang sangat pesat. Beliau wafat pada tahun 1988 dan dimakamkan di Komplek Pemakaman Umum Taman Kota Madiun
MELIHAT KE BELAKANG SEBAGAI PENGALAMAN BERHARGA
Dari air kita belajar ketenangan , dari batu kita belajar ketegaran, dari tanah kita belajar kehidupan, dari kupu – kupu kita belajar merubah diri, dari hati kita belajar rendah hati, dari Allah kita belajar kasih sayang yang sempurna, melihat keatas memperoleh semangat untuk maju, melihat kebawah bersyukur atas semua yang ada, melihat kesamping semangat untuk kebersamaan, melihat kebelakang sebagai berharga, melihat kedalam untuk instrospeksi dan melihat kedepan untuk menjadi lebih baik.
Semangat menyongsong Tahun Baru 2011 Semoga ditahun mendatang akan lebih baik dari sebelumnya!
Atanazio Soares
Sekreatris Cabang Manatuto
Semangat menyongsong Tahun Baru 2011 Semoga ditahun mendatang akan lebih baik dari sebelumnya!
Atanazio Soares
Sekreatris Cabang Manatuto
PENGESAHAN YANG TERNODA
Salam Persaudraaan,
Apakah yang akan anda rasakan ketika berlangsung acara pengesahan warga PSHT dan dihadiri Ketua Umum PSHT- Mas Tarmadji, ada oknum warga PSHT yang melakukan penjarahan uang mahar ? Marah, Geram, Jengkel ataupun Prihatin ? ungkapan yang wajar bagi kita warga PSHT yang tentunya sangat menentang perbuatan tersebut.
IRONIS…!!! Tapi itulah kenyataan yang ada ketika acara pengesahan warga PSHT di Timor Leste pada tanggal 29 Desember 2010, terjadi penjarahan uang mahar ketika Ketua Umum PSHT memberikan pengarahan umum.
Organisasi Persaudaraaan Setia Hati Terate tidak pernah dan tak akan pernah mengajarkan perbuatan seperti itu, mungkinkah ini merupakan cerminan moral para warga PSHT Timor Leste? Semoga tidak !! semoga hanya oknum pelaku saja yang bermoral bobrok. Kalau saja kita bisa sedikit berpikir panjang tentunya dengan adanya kejadian ini akan sangat berakibat fatal terhadap organisasi tercinta kita, PSHT dan tentunya Harkat Martabat Warga PSHT Timor Leste pada umumnya.
Anggota Warga PSHT Manatuto sebagai Pengikut Setia Organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate mendukung penuh anggota PSHT Timor Leste untuk berperan aktif untuk segera menyelesaikan kejadian memalukan ini dan kedepannya kejadian seperti ini tidak perlu terjadi lagi
Salam Persaudaraan
Apakah yang akan anda rasakan ketika berlangsung acara pengesahan warga PSHT dan dihadiri Ketua Umum PSHT- Mas Tarmadji, ada oknum warga PSHT yang melakukan penjarahan uang mahar ? Marah, Geram, Jengkel ataupun Prihatin ? ungkapan yang wajar bagi kita warga PSHT yang tentunya sangat menentang perbuatan tersebut.
IRONIS…!!! Tapi itulah kenyataan yang ada ketika acara pengesahan warga PSHT di Timor Leste pada tanggal 29 Desember 2010, terjadi penjarahan uang mahar ketika Ketua Umum PSHT memberikan pengarahan umum.
Organisasi Persaudaraaan Setia Hati Terate tidak pernah dan tak akan pernah mengajarkan perbuatan seperti itu, mungkinkah ini merupakan cerminan moral para warga PSHT Timor Leste? Semoga tidak !! semoga hanya oknum pelaku saja yang bermoral bobrok. Kalau saja kita bisa sedikit berpikir panjang tentunya dengan adanya kejadian ini akan sangat berakibat fatal terhadap organisasi tercinta kita, PSHT dan tentunya Harkat Martabat Warga PSHT Timor Leste pada umumnya.
Anggota Warga PSHT Manatuto sebagai Pengikut Setia Organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate mendukung penuh anggota PSHT Timor Leste untuk berperan aktif untuk segera menyelesaikan kejadian memalukan ini dan kedepannya kejadian seperti ini tidak perlu terjadi lagi
Salam Persaudaraan
訂閱:
文章 (Atom)